Jumhur: TKI di Mesir Jauhi Kerumunan Massa

Antara – Sabtu, 29 Januari  – Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat minta para TKI yang bekerja di Mesir menjauhi kerumunan massa menyusul kerusuhan di negara itu. Jumhur di Jakarta, Jumat, minta TKI di Mesir tetap tenang dan fokus pada pekerjaannya meskipun Presiden Mesir Husni Mubarak sedang diguncang aksi unjuk rasa sebagian rakyatnya untuk mundur. “Hindari segala kerumunan massa yang berpotensi menimbulkan kerusuhan,” katanya. Ia berharap TKI di Mesir terus menjalin komunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo, sehingga jika kondisi makin memburuk memudahkan KBRI melakukan evakuasi. Saat ini diperkirakan ada sekitar 8.000 orang TKI yang bekerja di sejumlah kota di Mesir. Dari jumlah itu, yang tercatat resmi di KBRI Kairo hanya sekitar 850 TKI. Banyak TKI ilegal yang bekerja di Mesir itu terkait dengan aturan yang sangat ketat di negara itu bagi pekerja asing karena menyangkut kompetensi, katanya. Namun permintaan untuk tenaga kerja penata laksana rumah tangga (PLRT) sangat tinggi sehingga sebagian besar TKI yang bekerja di Mesir memilih jalan pintas dengan bekerja secara ilegal. Kepala BNP2TKI terus melakukan koordinasi dengan pejabat-pejabat di KBRI Kairo untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi di Mesir. Dalam jangka pendek, katanya, jika situasi di negara tersebut memburuk para TKI akan dievakuasi ke KBRI Kairo. Mengenai kemungkinan dilakukannya evakuasi terhadap TKI yang bekerja di Mesir, Jumhur menjelaskan, sudah ada prosedur tetap untuk mengambil keputusan kapan dilakukan evakuasi ke KBRI. “Atau bila semakin mendesak dilakukan evakuasi ke tanah air,” katanya. Sejauh ini, menurut Jumhur, pemerintah berpendapat kondisi di Mesir masih belum sampai pada tahap yang memerlukan evakuasi terhadap WNI atau TKI. Ia memastikan pemerintah tidak akan membiarkan warganya termasuk TKI, baik yang legal maupun ilegal, terancam akibat akumulasi aksi-aksi massa yang melanda Mesir. . “Pemerintah semaksimal mungkin akan memberikan perlindungan kepada WNI/TKI di Mesir dengan koordinasi aparat keamanan setempat,” katanya. Jumhur mengaku prihatin dengan perkembangan politik yang terjadi di sejumlah negara Timur Tengah akhir-akhir ini. Ia berharap keadaan segera membaik sehingga TKI bisa kembali bekerja secara tenang sesuai harapan saat berangkat dari tanah air.

Tentang Maryudi

Saya adalah TKI , dan ingin berbuat sesuatu untuk negaraku INDONESIA
Pos ini dipublikasikan di Timur Tengah. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s