Selangor Butuh 30.000 TKI Sektor Industri

Negeri Selangor, Malaysia, membutuhkan tenaga kerja Indonesia (TKI) untuk dipekerjakan di sektor industri sebanyak 30.000 orang.

Besarnya kebutuhan TKI ini untuk mendukung pembangunan Sekangor yang saat ini sedang menggalakkan permodalan melalui pembangunan pada sektor perindutrian.

Demikian disampaikan Menteri Besar Selangor, Malaysia, Tan Sri Abdul Khalid Ibrahim, di depan wartawan seusai melakukan penandatangan nota kesepahaman antara Selangor State Invesment Centre (SSIC Berhad) Malaysia dan Gabungan Lima PPTKIS Indonesia untuk penempatan TKI sektor industri di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (11/02).

Penandatangan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) itu dilakukan oleh Menteri Besar Selangor, YAB Tan Sri Abdul Khalid Ibrahim, wakil kelima Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS) Indonesia — yaitu: PT Prima Duta Sejati, PT Darma Kerta Raharja, PT Bagus Bersaudara, PT Andro Mega Graha, dan PT Royan Cahaya Mandiri — dan disaksikan oleh Kepala BNP2TKI, Moh Jumhur Hidayat.

“Selangor termasuk penyumbang pendapatan Malaysia terbesar atau 35 persen dari sektor perindustrian,” jelas Menteri Besar Selangor, Malaysia, Tan Sri Abdul Khalid Ibrahim, di depan wartawan seusai melakukan penandatangan nota kesepahaman di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (11/02).

Menteri Besar Khalid Ibrahim menjelaskan, SSIC Berhad merupakan pusat permodalan Negeri Selangor Berhad — anak perusahaan penuh Kerajaan Malaysia — yang diberi tanggung jawab membangun pusat data kerja dan sekaligus akan dijadikan sebagai pusat kegiatan bagi TKI. Pemerintah Negara Bagian Selangor, Malaysia berjanji memberikan perlindungan keamanan lebih baik kepada tenaga kerja asal Indonesia. “Selangor adalah kerajaan negeri pertama di Malaysia yang telah menumbuhkan Majlis Anti-pemerdekaan manusia,” kata Abdul Khalid Ibrahim.

Ditambahkan Abdul Khalid Ibrahim, Pemerintah Negara Bagian Selangor, Malaysia, berjanji memberikan perlindungan keamanan lebih baik kepada TKI.

Menurut dia, setiap tahunnya Selangor membutuhkan sedikitnya 27-30 ribu tenaga kerja yang akan dipekerjakan di berbagai industri. Dengan upah yang layak serta jaminan keamanan yang lebih baik, kata dia, diharapkan sektor Industri di Selangor mampu menampung TKI profesional lebih banyak lagi. “Polisi di Selangor siap memberikan perlindungan keamanan kepada TKI,” ujarnya.

Adapun SSIC, kata Abdul Khalid Ibrahim menambahkan, bertindak sebagai fasilitator. Dengan adanya pusat data ini urusan permintaan pekerja asal Indonesia ini nantinya akan menjadi lebih mudah.

Ia katakan, dari Juni sampai Desember 2010 lalu, di Selangor telah ada 7.110 TKI non-profesional yang dibutuhkan untuk sektor perindustrian. Sedangkan setelah dilakukan penandatanganan nota persefahaman ini, pada 2011 dibutuhkan sebanyak 13.031 TKI formal, dan pada 2012 mendatang dibutuhkan 10.815 TKI formal. Ia juga menjelaskan, TKI sektor perindustrian di bidang elektronik yang paling banyak dibutuhkan.

Lulusan SLTA Terampil

Sedangkan Maxixe Mantofa dari PT PT Prima Duta Sejati yang mewakili lima PPTKIS menyatakan, kerja sama ini memiliki prospek menggiurkan bagi TKI. Ia berharap, dengan upah yang lebih tinggi, sekitar 850-900 ringgit atau sekitar Rp 2,4 sampai Rp 2,6 juta per bulan serta perlindungan keselamatan yang optimal dari Pemerintah Selangor, Indonesia nantinya bisa memberangkatkan lebih banyak tenaga kerja nonpegawai rumah tangga (PRT) ke sana. “Saya tengah upayakan agar gaji TKI bisa mencapai 1.000 ringgit per bulannya,” ujarnya.

Maxixe menambahkan, sebagian besar TKI yang diberangkatkan bakal diserap untuk industri elektronik. Rencananya TKI yang diberangkatkan pada tahap pertama mulai Juli hingga September mendatang. Karena pada bulan-bulan tersebut tengah dibutuhkan TKI.

“Adapun persyaratan bekerja pada sektor industri di Selangor ini, minimal lulusan SLTA dan sederajat yang terampil dengan batasan usia antara 20 sampai 32 tahun,” katanya.

Menurut Maxixe, sebetulnya pada 2011 ini Pemerintah Selangor tengah membutuhkan sekitar 30.000 TKI. Hanya saja, gabungan kelima PPTKIS ini berupaya bisa mengirimkan separonya, 15.000 TKI. Soalnya, permintaan ini baru pertamakali dilakukan setelahnya sebelumnya dilakukan penjajagan selama dua tahun.

Tentang Maryudi

Saya adalah TKI , dan ingin berbuat sesuatu untuk negaraku INDONESIA
Pos ini dipublikasikan di Malaysia. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s