190 Pengusaha Bentuk Konsorsium TKI ke Arab

KOMPAS/AGUS MULYADI Ilustrasi TKI.

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak 190 pengusaha sepakat membentuk Indonesian Manpower Supplier for Saudi Arabia sebagai konsorsium pelaksana penempatan tenaga kerja Indonesia swasta tunggal ke Arab Saudi. Pengusaha optimistis IMSSA menjadi terobosan atas tumpang tindih regulasi.

Juru bicara IMSSA, Yunus M Yamani, yang juga Ketua Himsataki, mengungkapkan hal tersebut di Jakarta, Rabu (16/2). Yunus mengklaim, Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta menunjuk Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati), Himpunan Pengusaha Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Himsataki), dan Indonesia Development Employee Association (Idea) sebagai perpanjangan tangan penempatan TKI ke Arab Saudi.

”Semua hal untuk pembentukan konsorsium pelaksana penempatan tenaga kerja Indonesia swasta (PPTKIS) khusus penempatan TKI ke Arab Saudi sudah disiapkan dan dalam waktu dekat akan diresmikan. Nantinya, TKI yang masuk ke Arab Saudi harus melalui IMSSA,” ujarnya.

IMSSA terbentuk sejak akhir Januari 2011 dengan ketua Ridho Hasan, pemilik PT Avida Avia Duta, dan Mahdi Husein sebagai sekretaris jenderal.

Sedikitnya satu juta TKI berada di Arab Saudi yang sebagian besar bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Selama tahun 2010, penempatan TKI ke Arab Saudi mencapai 367.719 orang dengan 337.564 orang bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Sekretaris Jenderal Apjati Rusdi Basalamah menilai, kesepakatan Kedutaan Besar Arab Saudi dengan ketiga asosiasi sebagai langkah maju memperbaiki sistem penempatan dan perlindungan TKI di Arab Saudi.

Secara terpisah, Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Mohammad Jumhur Hidayat mengatakan, Saudi Arabia National Recruitment Committee (Sanarcom) menginginkan satu asosiasi PPTKIS khusus penempatan TKI ke Arab Saudi.

Menanggapi konsorsium PPTKIS tunggal, Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah mempertanyakan posisi pemerintah.

Sementara itu pemerintah berjanji memulangkan sekitar 25.000 WNI di Arab Saudi yang bermasalah. Prosesnya dilakukan bertahap dalam setahun ini. Anggarannya sekitar Rp 120 miliar. ”Presiden sudah menyetujui untuk memulangkan WNI yang overstay di Arab Saudi,” kata Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono. 



Tentang Maryudi

Saya adalah TKI , dan ingin berbuat sesuatu untuk negaraku INDONESIA
Pos ini dipublikasikan di Arab Saudi, Dalam Negeri. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s