(ARAB SAUDI).24 TKI Protes Berita BNP2TKI Soal Penolakan Kerja

SOLINDUN@NEWS.COM, JEDDAH – Sebanyak 24 Tenaga Kerja Indonesia Formal yang berada di kota Jeddah, Arab Saudi. memerotes isi berita berjudul “24 TKI Formal Arab Saudi Menolak Tawaran Kerja Baru” seperti dirilis dalam situs resmi BNP2TKI, Jumat (20/5/2011) silam.

Mulyanto, satu dari 24 TKI tersebut mengatakan isi berita tersebut perlu diralat.

“Kami punya bukti data serta surat bahwa kejadian sebenarnya tidak seperti itu. Kami ingin mengetahui, dari mana sumber informasi yang didapat oleh BNP2TKI tersebut. Kami 24 TKI Formal tidak akan menolak bekerja di perusahaan lain, jika kami tidak dirugikan dan dibayar hak-hak kami sebelumnya. Tapi perusahaan Melaf akan mendholomi kami. Untuk kronologis yang sudah kami lengkapi akan segara kami kirim. Dan sampai detik ini, kami tidak ditampung di KJRI melainkan kami tinggal di atap atas apartemen, serta mengenai adanya santunan dari KJRI sebesar 1000 riyal per minggu sekaligus perpanjangan paspor tanpa dikenai biaya itu dibenarkan,” ujar Mulyanto seperti tertuang dalam e-mail yang diterima Tribunnnews.com, Sabtu (28/5/2011).

Beberapa tokoh masyarakat, sebut Mulyanto, telah mendengar dan membaca isi dari berita yang dilansir oleh situs resmi BNP2TKI. Hal itu, lanjutnya, sempat menjadi bahan pembicaraan oleh beberapa tokoh masyarakat seperti Habib Mukhsin Al Habsyi (Koordinator NU untuk Zona Negara Timur Tengah), Ahmad Waked ( salah satu Pimpinan ICMI Orsat Arab Saudi), dan Sharief Rachmat (Plt.Ketua Korwil Arab Saudi PDI Perjuangan) setelah acara pelantikan kepengurusan Majelis Ta’lim Indonesia Jeddah yang dihadiri oleh KH Mudatstsir Badruddin (Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur) di Aula Ikatan Cendikiawan Muslin Indonesia (ICMI) Orsat Jeddah pada hari Jumat (27/5/2011).

“Para tokoh masyarakat pun sempat terkejut dan menyayang isi dari berita tersebut, karena mereka pun juga mengetahui kronologis kejadian permasalahan yang dihadapi dari ke 24 TKI Formal tersebut. Sebab para
tokoh masyarakat mendapatkan informasi bukan dari pihak TKI saja, melainkan mereka pun mendengar langsung dari salah satu relawan yang berkewarganegaraan Arab Saudi bernama Muhammad Asy Syarif,” ujar Mulyanto.

Selain ke-24 TKI tersebut, Mulyanto menjelaskan relawan Saudi juga menjadi kunci informasi akan kronologis
sebenarnya. Hal itu dikarenakan selama ini Muhammad Asy Syarif yang selalu mendapingi dan membantu ke-24 TKI Formal tersebut.

Mengetahui Kepala BNP2TKI Jumhur Hidayat sedang berada di Jeddah, Arab Saudi, para tokoh masyarakat melalui Habib Mukhsin Al Habsyi mengajukan kepada Konjen RI Jeddah Zakaria Ansyar yang kala itu hadir dalam acara pelantikan kepengurusan Majelis Ta’lim Indonesia Jeddah, untuk dapat membantu serta memfasilitasi agar para tokoh masyarakat dapat bertemu dan berdikusi dengan Jumhur Hidayat guna mengklarifikasi masalah tersebut.

Tentang Maryudi

Saya adalah TKI , dan ingin berbuat sesuatu untuk negaraku INDONESIA
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s