Subramaniam: MOU TKI Perkuat Hubungan Indonesia-Malaysia

Bandung, Solindun.com. BNP2TKI (31/5): Nota kesepahaman pengiriman TKI sektor rumah tangga yang telah ditandatangani oleh Malaysia dan Indonesia, Senin (30/5) malam, telah menetapkan biaya awal yang harus dikeluarkan majikan untuk merekrut TKI sebesar RM 4, 511.

Menteri Sumber Daya Manusia Datuk Dr S. Subramaniam mengatakan biaya itu sudah termasuk RM 2, 711 atau setara dengan Rp 7.647.731 (Kurs 2821) yang harus dibayarkan kepada agen TKI atau yang biasa disebut Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS), nilai tersebut termasuk RM 1 800 atau setara dengan (Rp 5.077.800) gaji TKI Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT).

“Majikan bisa memotong gaji TKI PLRT untuk membayar utangnya kepada PPTKIS, namun besarannya tidak boleh dari 50% gaji dan maksimum dicicil selama 6 bulan” kata Subramaniam kepada media Malaysia setelah penandatanganan MoU baru.

Pemotongan gaji dimungkinkan karena banyak TKI yang tidak memiliki modal saat bekerja dan mengandalkan sepenuhnya dari pinjaman dari PPTKIS.

Dr Subramaniam mengatakandalam perjanjian ini TKI PLRT juga diberi waktu satu hari istirahat dalam satu minggu.

Menteri Subramaniam juga menambahkan bahwa di antara perubahan besar disepakati dalam protokol baru adalah pembentukan suatu Joint Task Force (JTF) untuk membantu Kelompok Kerja Bersama yang melibatkan kedua negara dalam hal ini untuk memastikan kepatuhan terhadap poin yang telah disepakati.

Sedangkan untuk gaji pembantu, katanya, akan diserahkan kepada kekuatan pasar. Gaji akan dibayar melalui bank. Namun menurut Subramaniam, jika letak bank tersebut jauh, gaji bisa dibayar secara tunai.

“TKI PLRT juga diizinkan untuk memegang paspor mereka, tetapi juga dapat menyerahkan ke majikan mereka untuk diamankan,” kata Menteri Sumber Manusia Malaysia itu.

Seperti dikutip kantor berita Bernama, Dalam MoU itu diatur klausul tentang penggantian pekerja, jika TKI yang dipekerjakan melarikan diri atau tidak kompeten, dengan jangka waktu selama 6 bulan sejak dipekerjakan. Majikan juga dapat menuntut penggantian atau pengembalian jika TKI yang dipekerjakan tidak lulus persyaratan kesehatan.

“Pemerintah Malaysia yakin, dengan perjanjian baru ini, pembantu Indonesia akan mendapat perlindungan yang memadai, sehingga hubungan Indonesia-Malaysia hubungan akan lebih diperkuat,” ujar Subramaniam.

Penandatanganan MoU mengakhiri moratorium pengiriman TKI PLRT yang dikenakan oleh Indonesia kepada Malaysia yang diberlakukan pada tahun 2009. (ARW)

Tentang Maryudi

Saya adalah TKI , dan ingin berbuat sesuatu untuk negaraku INDONESIA
Pos ini dipublikasikan di Malaysia. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s