Call Center TKI Berfungsi Juni 2011

SOLINDUN.COM, JAKARTA, (PRLM).- Banyaknya persoalan menyangkut tenaga kerja Indonesia (TKI) diharapkan bisa terus berkurang secara signifikan. Hal itu terkait dengan akan segera difungsikannya Call Center TKI pada petetengan Juni 2011. “Dengan adanya Call Center TKI ini diharapkan dapat meningkatkan perlindungan calon TKI dan keluarganya, karena setiap pengaduan TKI dapat segera ditindak lanjuti dengan cepat dan segera,” kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar saat memimpin rapat kerja dengan Kepala BNP2TKI dan instansi terkait, di Kantor Kemenakertrans, Jakarta, Selasa (24/5). Rapat kerja ini membahas “Sistem Pelayanan Perlindungan Pengaduan TKI” yang akan dibentuk untuk mendukung operasional Call Center TKI. Hadir dalam rapat ini para pejabat dan perwakilan dari Kemenakertrans, Kemendagri, Kemlu, Kemenkeu, BNP2TKI, Bappenas, Bareskrim Polri, BNSP dan instansi terkait lainnya. Muhaimin mengatakan, berdasarkan laporan Kepala BNP2TKI, Call Center TKI akan beroperasi selamat 24 jam untuk melayani pengaduan calon TKI, TKI dan keluarga TKI. Dalam Call Center TKI tersebut terdapat front office online dan front office offline.

Call Center TKI yang dioperasikan BNP2TKI dapat terintegrasi dengan Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri (SiskoTKLN) BNP2TKI. Call Center TKI dapat diakses secara online baik dalam negeri maupun luar ngeri. “Nantinya, melalui call center ini TKI dan keluarganya dapat mengadukan permasalahannya melalui sambungan telepon yang akan langsung dijawab petugas operator. Selain itu, TKI atau keluarganya pun bisa melaporkan aduan melalui faksimili, surat, email dan SMS atau TKI bisa mengadu langsung dengan datang ke gedung Call Center BNP2TKI,” kata Muhaimin. Karena dapat diakses secara online, Call Center TKI ini juga dapat dipantau oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kementrian Luar Negeri, , Kementrian Dalam Negeri, Kementrian Sosial, Kepolisian RI, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, BNP2TKI, BP3TKI dan Pemda.

Seperti diketahui, kekerasan terhadap TKI tahun 2010 mencapai 4.532 kasus. Angka itu diperoleh berdasarkan laporan dari seluruh kedutaan besar RI di dunia. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Michael Tene mengatakan kasus terbanyak terjadi di Malaysia, sebab jumlah terbesar TKI berada di negara tersebut. “Itu baru jumlah kasus yang dilaporkan, yang tidak dilaporkan cukup banyak juga,” kata Michael kepada wartawan di kantor Kemlu, beberapa waktu lalu.Total WNI yang tinggal di luar negeri adalah 3.294.565. Dari jumlah itu, sebanyak 42 persen WNI tinggal di Malaysia dan sebanyak 19 persen di Arab Saudi. Sebagian besar menjadi TKI. “Jenis kasus macam-macam, paling besar terkait pelanggaran kontrak, gaji yang tidak dibayarkan, jam kerja yang tidak sesuai, dan beban kerja tidak sesuai kontrak,” kata Michael. Dia merinci kasus kekerasan kepada TKI mencapai empat persen dari total kasus. Sedangkan, kasus kekerasan serius seperti penganiayaan atau pelecehan seksual sebanyak dua persen dari total kasus. (A-78/das)***

Tentang Maryudi

Saya adalah TKI , dan ingin berbuat sesuatu untuk negaraku INDONESIA
Pos ini dipublikasikan di Dalam Negeri. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s