Presiden Sampaikan Keprihatinan

JAKARTA,SOLINDUN@ KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, atas nama pribadi dan Pemerintah Republik Indonesia, menyatakan keprihatinannya dengan kasus menimpa tenaga kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi, Ruyati binti Sapubi, yang dihukum pancung, Sabtu (18/6/2011). Ruyati divonis bersalah telah membunuh perempuan Saudi Khairiya binti Hamid Mijlid dengan menyerangnya berulang kali pada kepala dengan pemotong daging dan menikamnya di leher.

“Presiden sangat prihatin dan betul-betul berduka atas apa yang menimpa Ruyati,” kata Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha ketika dihubungi Kompas.com, Minggu (19/6/2011).

Rasa prihatin dan berduka itu juga ditujukan kepada keluarga almarhuman Ruyati. Julian mengatakan, tak ada instruksi khusus dari Presiden terkait penanganan kasus tersebut.

Beberapa waktu lalu, kata Julian, Presiden telah memberikan instruksi terkait penanganan masalah perlindungan TKI di luar negeri kepada Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, serta Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar.

“Presiden memberikan instruksi kepada menteri terkait bahwa manakala ada TKI yang tersangkut kasus hukum, yang bersangkutan harus didampingi ahli hukum,” kata Julian.

Julian menekankan, Presiden dan pemerintah selalu serius dalam memberikan perlindungan terhadap TKI di luar negeri. Pemancungan di Mekkah, Arab Saudi, tersebut membuat jumlah eksekusi di kerajaan yang sangat konservatif itu tahun ini menjadi 28 orang, menurut hitungan AFP berdasarkan laporan-laporan pejabat dan kelompok hak asasi manusia.

Kelompok Amnesty International di London, pekan lalu, meminta Arab Saudi untuk berhenti melaksanakan hukuman mati. Kelompok tersebut mengatakan, telah ada peningkatan signifikan dalam jumlah eksekusi yang dilakukan pada enam tahun terakhir.

Mereka menyatakan, sedikitnya 27 orang telah dieksekusi di Arab Saudi pada 2011. Jumlah itu sama seperti jumlah semua orang yang dieksekusi di sepanjang 2010. Pada Mei saja ada 15 orang dieksekusi. Sebelumnya, pada 2009 jumlah eksekusi mencapai 67 dan pada 2008 sebanyak 102 orang. Pemerkosaan, pembunuhan, kemurtadan, perampokan bersenjata semuanya dapat dihukum dengan hukuman mati menurut interpretasi keras hukum syariah Islam Arab Saudi.

Tentang Maryudi

Saya adalah TKI , dan ingin berbuat sesuatu untuk negaraku INDONESIA
Pos ini dipublikasikan di Arab Saudi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s