Pemkab Pamekasan Pun Siapkan Tebusan

SOLINDUN@KOMPAS.com – Setelah Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Gubernur Soekarwo menyatakan kesanggupan untuk menebus dua TKI asal Pamekasan yang terancam hukuman potong tangan, Pemerintah Kabupaten Pamekasan pun tak ketinggalan.

Dua Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Desa Palengaan Laok, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, yakni Sab’atun (30) dan Hasin Taufik (40), yang terancam dihukum di Jeddah, akan dilepaskan tuntutannya oleh Pemerintah Kabupaten Pamekasan.

Wakil Ketua DPRD Pamekasan Muhdlar Abdullah, Selasa (21/6/2011) mengatakan, akan memenuhi keinginan majikan kedua TKI tersebut yang meminta uang tebusan sebesar Rp 250 juta. “Apa yang menjadi keinginan majikan dan pemerintah Saudi Arabia akan kami penuhi asalkan kedua TKI tersebut dibebaskan,” kata Muhdar Abdullah.

Selain itu, pihaknya sudah menghubungi beberapa warga Pamekasan yang sudah menetap (mukim) di Jeddah, Saudi Arabia, untuk mencari kejelasan informasi kedua TKI tersebut. Pasalnya, sejak seminggu ini komunikasi antara kedua TKI dengan pihak keluarga sudah terputus.

Terakhir, keduanya hanya mengirim pesan singkat kalau akan dihukum potong tangan. Muhdlor Abdullah menjelaskan, tiga mukimin asal Pamekasan berjanji akan memberikan informasi dalam tiga hari. “Saya juga sudah sampaikan ke Bupati Pamekasan untuk berkomunikasi langsung kepada Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, agar segera mendapatkan kejelasan informasinya,” tambahnya.

Terkait dengan uang tebusan itu, kata polistisi Partai Bulan Bintang ini, akan dicarikan dari berbagai pihak termasuk dari pemerintah sendiri. “Kita sangat prihatin jika tangan kedua TKI itu harus dipotong karena kasus yang belum jelas. Apalah arti uang sebesar itu kalau harus ditukar dengan tangan,” ujarnya.

Sementara itu, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Pamekasan masih menunggu tembusan dari Badan Nasional dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNPJTKI) Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. “Kita sudah dua kali mengirimkan surat ke Jakarta, namun sampai saat ini masih terus dilakukan penelusuran,” terang Akmalul Firdaus, Kepala Dinsosnakertrans Pamekasan.

Seperti diberitakan sebelumnya, kedua TKI tersebut dituduh mencuri emas sebesar 1 kilogram oleh majikannya Sayyid Umar Said Bamusak pada pertengahan tahun 2006 lalu. Tuduhan itu bisa gugur kalau kedua TKI yang masih suami isteri itu, bisa membayar uang tebusan sebesar Rp 250 juta.

Akibat keduanya tidak bisa memenuhi tuntutan tersebut, maka terpaksa keduanya dijebloskan ke penjara Hokok Al Islahiyah Rowes Ambar Tis’ah, Jeddah Saudi Arabia. Kabarnya kini, keduanya dipindahkan ke penjara gelap yang menyebabkan keduanya putus komunikasi dengan pihak keluarganya.

Tentang Maryudi

Saya adalah TKI , dan ingin berbuat sesuatu untuk negaraku INDONESIA
Pos ini dipublikasikan di Arab Saudi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s