Madiun Perketat Pengiriman TKI Ke Arab

SOLINDUN@KOMPAS.com –  Pemerintah Kabupaten Madiun, Jawa Timur, memperketat pengiriman tenaga kerja Indonesia ke Arab Saudi. Langkah itu ditempuh untuk meminimalisir perlakuan buruk terhadap pekerja yang berujung pada kematian.

Kepala Bidang Penempatan, Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Madiun Suyadi mengatakan pengetatan dilakukan dengan pemeriksaan dokumen secara rinci.

Disnakertrans tidak mentolelir adanya persyaratan yang belum terpenuhi. Termasuk mengisi surat pernyataan bahwa keberangkatan mereka atas kemauan sendiri dan bukan berdasarkan paksaan dari pihak tertentu. Selain itu setiap calon tenaga kerja yang mendaftar wajib mengikuti pengarahan dari dinas.

Saat pengarahan itulah kami memperlihatkan kasus-kasus kekerasan yang menimpa tenaga kerja kita di Arab Saudi. Harapannya, calon tenaga kerja akan mempertimbangkan kembali rencananya untuk bekerja di sana, ujarnya, Rabu (22/6).

Menurut Suyadi cara ini ternyata sangat efektif. Hal itu bisa dilihat dari terjadinya penurunan jumlah tenaga kerja yang berangkat ke Arab Saudi dari tahun ke tahun. Sebagai gambaran, pada tahun 2010 jumlah TKI yang berangkat ke Arab dari Madiun mencapai 160 orang. Akan tetapi pada tahun 2011 hingga Juni baru 18 orang yang berangkat.

Pemerintah Kabupaten Madiun sejatinya telah mengimbau masyarakat supaya tidak memilih bekerja di Arab. Namun mereka tidak bisa melarang apalagi keran untuk bekerja di Arab tetap dibuka lebar oleh pemerintah pusat.

Rendahnya animo masyarakat yang berangkat ke Arab berdampak pada berkurangnya PJTKI. Saat ini tidak ada PJTKI di Madiun yang mengirim TKI ke Arab. Disini hanya ada Unit Pelayanan Penyuluhan dan Pendaftaran Calon (UP3C) TKI. To tal baru 30-40 UP3C yang mengantongi ijin. Sisanya, tidak berijin.

Suyadi memaparkan jumlah TKI asal Madiun pada tahun 2010 mencapai 2.836 orang terdiri dari 356 laki-laki dan 2.480 orang perempuan. Berdasarkan Negara tujuan TKI, paling besar bekerja di H ongkong sebanyak 833 orang, kedua Malaysia sebanyak 748 orang dan ketiga Taiwan sebanyak 759 orang.

Sampai dengan tahun 2011, Disnakertrans Kabupaten Madiun menerima lima pengaduan keluarga TKI yang bermasalah. Kasusnya terkait penyiksaan, penahanan gaji dan konflik dengan majikan. Dari lima kasus itu, semuanya belum ditangani secara tuntas.

Diantaranya TKW asal Desa Bodag, Kecamatan Kare bernama Susianti yang ditahan gajinya oleh majikan selama 3,6 tahun bekerja. Ada juga kasus TKW Setyowati asal Desa Bacem, Kecamatan Kebonsari yang mengalami luka berat akibat disiksa majikan, dan TKW asal Desa Doho, Kecamatan Dolopo yang hilang kontak selama 12 tahun.

Sementara itu Pemimpin Bank Indonesia Kediri Matsisno mengatakan Madiun memegang peranan penting dalam perekonomian TKI. Berdasarkan data yang dihimpun BI, pengi riman uang terbesar berasal dari Kabupaten/Kota Madiun Rp 125,123 miliar atau menguasai sekitar 24 persen dari total transaksi di 13 kabupaten/kota di wilayah eks Karesidenan Madiun dan eks Karesidenan Kediri.

Tentang Maryudi

Saya adalah TKI , dan ingin berbuat sesuatu untuk negaraku INDONESIA
Pos ini dipublikasikan di Arab Saudi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s