Nama Saya Darmin, Ayah Sulastri

SOLINDUN@KOMPAS.com — Suhu udara di Bundaran Undip menunjukkan angka 33 derajat celsius. Terlihat seorang lelaki tua mengenakan caping sebagai penghalang panas, menenteng dua poster. Tangan kanan menenteng poster bergambar Sulastri, anaknya, tangan kiri bergambar Presiden SBY. “Ndherek nepangaken kawula Darmin, bapakipun Sulastri, TKI ingkang ical wonten Arab (Kenalkan, nama saya Darmin, ayah Sulastri yang hilang di Arab),” kata lelaki itu. Ya, lelaki itu adalah salah satu peserta aksi solidaritas untuk Ruyati yang difasilitasi Legal Resource Centre Keadilan Jender dan HAM (LRC KJHAM). Mayoritas peserta aksi adalah orangtua yang anaknya menjadi buruh migran atau TKI di luar negeri. Kepada Kompas.com, Darmin bercerita bahwa Sulastri adalah anaknya nomor empat dari lima bersaudara. Sulastri meninggalkan Indonesia, berangkat ke Arab Saudi pada tanggal 7 Maret 2006. “Nalika pamitan, piyambakipun matur bilih kepengin mbiyantu bapak kaliyan simbokipun (Ketika berpamitan, Sulastri bilang ingin membantu bapak dan ibunya),” kata Darmin yang asli Sukolilo, Kabupaten Pati. Setelah mendapatkan izin dari kedua orangtuanya, Sulastri pun berangkat. Saat itu usianya sekitar 27 tahun. Siapa sangka sejak kepergiannya itu, jangankan berkirim uang hasil jerih payahnya, Sulastri tak lagi bisa berkirim kabar ke rumahnya di Sukolilo. Darmin lalu menghubungi siapa pun yang dianggap bisa membantu. Dengan berbekal uang beberapa juta rupiah, tahun 2008 ia berangkat ke Jakarta, tujuannya ke Kementerian Tenaga Kerja dan Kementerian Luar Negeri. Ditemani Agung, Ketua RT-nya, ia melaporkan bahwa Sulastri tak bisa dikontak. Setelah menunggu beberapa bulan, ia mendapatkan kabar dan nomor kontak majikan Sulastri di Arab Saudi. Namun ketika mencoba dihubungi dengan bantuan orang pemerintahan (ia lupa nama dan lembaganya) didapat kabar bahwa Sulastri sudah pindah majikan. “Awit niku keluarga mboten saged hubungan malih. Kawula matur mriko-mriki namung dikengken sabar taksih dipun padosi (Sejak itu, keluarga tak bisa lagi menghubungi. Saya sudah melapor ke sana-kemari, hanya disuruh sabar karena masih dicari),” kata Darmin. Hari makin panas. Namun, para orangtua TKI masih bersemangat berunjuk rasa. Kali ini mereka berpindah ke DPRD Jateng. Beberapa anak muda yang mendukung dan memfasilitasi mereka menggelar performance art. Sementara itu, Darmin tetap dengan kebingungannya. Ia hanya bisa menenteng poster yang bergambar Sulastri, ke mana pun ia pergi. Termasuk saat diajak masuk Gedung DPRD Jateng untuk beraudiensi dengan anggota Komisi E.

Tentang Maryudi

Saya adalah TKI , dan ingin berbuat sesuatu untuk negaraku INDONESIA
Pos ini dipublikasikan di Arab Saudi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s