Hatta Pimpin Rakor Bahas Moratorium TKI

SOLINDUN@KOMPAS.com –Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Radjasa, akan memimpin rapat koordinasi sebagai tindak lanjut Sidang Kabinet terkait moratorium, atau penghentian sementara pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Arab Saudi.Rakor ini akan membahas penciptaan lapangan kerja dalam rangka Moratorium Pengiriman TKI tersebut. Selain itu, rapat juga akan membahas pemanfataan penghematan anggaran 2011 .

Sejumlah pejabat yang dijadwalkan hadir dalam rakor yang berlangsung Senin ( 27/6/2011 ) pagi ini, di Gedung Kementrian Perekonomian yaitu Menteri Keuangan , Menteri PPN/Bappenas, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri ESDM, Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, Menteri Perhubungan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Kehutanan, Menteri Pertanian, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Menristek, Menteri Koperasi dan UKM, Menteri BUMN, Menteri Percepatan Daerah Tertinggal, Menteri Luar Negeri, Menteri Pendidikan Nasional, Kepala BKPM, Kepala BPN, dan Kepala BNP2 TKI.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menginstruksikan pelaksanaan penghentian sementara pengiriman TKI sektor informal ke Arab Saudi, yang akan efektif dilaksanakan per tanggal 1 Agustus 2011. Moratorium akan dilaksanan hingga pemerintah kedua negara memiliki kesepakatan yang menjamin perlindungan, pemberian hak-hak, dan hal lainnya yang diperlukan para TKI.

Presiden juga menginstruksikan pengawasan terhadap lembaga pengiriman tenaga kerja ke negara-negara penempatan. Selain itu, presiden pun meminta agar para TKI patuh terhadap moratorium, dan tidak nekad dengan mencari jalan pintas.

Tim terpadu pun telah dibentuk, dan dipimpin oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Nantinya, hasil evaluasi oleh tim tersebut akan memberikan rekomendasi mengenai kebijakan moratorium TKI ke negara Timur Tengah lainnya.

Sebagai tindak lanjut dari dikeluarkannya moratorium ini, pihak Kementerian Tengaka Kerja dan Transmigrasi akan melakukan sosialisasi ke 38 daerah yang menjadi kantong perekrutan TKI di sektor informal. Kementrian yang dipimpin oleh Muhaimin Iskandar ini juga akan berkoordinasi dengan Dirjen Imigrasi Kementrian Hukum dan HAM dalam melakukan pengawasan di bandar udara.

Selain sosialisasi, program pemberdayaan masyarakat di daerah juga akan dilakukan, diantaranya kewirausahaan, dan transmigrasi.

Sejauh ini, Arab Saudi merupakan negara tujuan terbesar kedua para TKI, setelah Malaysia. Sedikitnya 1,5 juta TKI bekerja di negara tersebut, yang menghasilkan devisa sebesar 2,5 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 21,4 triliun pada tahun 2010 .

Sepanjang Januari hingga Mei 2011 terdapat 2 ribu kasus TKI di Arab Saudi, di mana 100 orang diantaranya korban penganiayaan berat.

Tentang Maryudi

Saya adalah TKI , dan ingin berbuat sesuatu untuk negaraku INDONESIA
Pos ini dipublikasikan di Arab Saudi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s