Dipenjara 4 Tahun, Lolos Vonis Mati

TKI Gumukmas Solindun.com
Tak Diurus KBRI
JEMBER – Berangkat menjadi
TKI (tenaga kerja Indonesia) pada
2000 tak membuat nasib Muhammad
Nur Kholis alias Wakidi mujur. Bukan
rezeki yang didapat, melain kan
hidup dalam kesengsaraan atas
tuduhan pembunuhan.
Empat tahun dipenjara dan tujuh
tahun di rumah sakit membuat dia
serasa kehilangan hidup. Beruntungnya,
lelaki 45 tahun itu bisa
selamat dan tiba di kampung halaman
pada Jumat (7/10) malam sekitar
pukul 20.15 setelah mendapat ampunan
dari Kesultanan Malaysia.
Kedatangan Wakidi disambut isak
tangis keluarga. Terutama Lilik, putri
terakhirnya yang ditinggal tatkala
masih berumur tiga bulan. Kerinduannya
kepada orang tua tak dapat
disembunyikan. Sebab, Sunarti,
ibunya, istri Nur Kholis, juga merantau
meninggalkan dia pada 2006.
Lilik langsung merangkul dan
menangis dalam pelukan Wakidi
yang masih belum melepas tas rangsel
di punggungnya. Seluruh keluarga
dan tetangga dekat juga turut menyam
but kedatangan Nur Kholis.
Luluk Ma’rifa, putri pertama Nur
kholis, menjelaskan bahwa pihak
keluarga selama ini sulit mendapat
kabar dari Wakidi. ’’Sulit dihubungi.
Keluarga menganggap Bapak kerja,
itu saja,’’ jelas Luluk saat mendampingi
Wakidi. Baru keluarga tahu bahwa
Wakidi dihukum dengan vonis
mati dalam sebulan terakhir.
Mendengar kabar tersebut, pihak
keluarga terkejut. Apalagi, Wakidi
dikabarkan sedang menjalani perawatan
di rumah sakit bernama
Hospital Permai, Johor Baru, Malaysia,
akibat tekanan mental. Luluk segera
menghubungi pihak Kedutaan Besar
Republik Indonesia (KBRI) dan mengurus
orang tuanya.
Sekitar sepekan terakhir dia men dapat
kabar dari KBRI untuk men jemput
Wakidi, ayahnya, di Bandara Juanda,
Surabaya, pada Jumat ke marin.
Wakidi menjelaskan, selama
diadili, dia tidak pernah mendapat
bantuan dari pihak pemerintah
me lalui KBRI. Mulai proses di pengadilan,
banding, dan pengampunan,
tak ada satu pun bantuan yang tampak.
Namun, pada saat dia hendak
dipulangkan, pihaknya menerima
uang seratus ringgit dari pihak pemerintah
Indonesia. ’’Ïtu setelah saya
resmi mau dipulangkan,’’ jelasnya.
Namun, apa pun masalah dan kenyataan
yang dialami membuat Wakidi
tak banyak menuntut. Yang pasti, dia
sudah jera kembali me ngais rezeki di
negeri orang. (fid/jpnn/c4/end}

Tentang Maryudi

Saya adalah TKI , dan ingin berbuat sesuatu untuk negaraku INDONESIA
Pos ini dipublikasikan di Malaysia. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s