TKI Arab Saudi Mulai Pulang

Solindon@Kompas – Sebanyak 1.664 warga negara Indonesia dan tenaga kerja Indonesia yang habis masa tinggal dan bermasalah hukum dipulangkan dari Arab Saudi, Minggu (30/10).

Mereka berangkat dari Bandar Udara King Abdul Azis, Jeddah, menggunakan pesawat pengangkut haji PT Garuda Indonesia nomor penerbangan GA-9292. Mereka tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Senin dan Selasa ini. Kedatangan mereka dibagi dalam enam gelombang. Rombongan pertama sebanyak 355 orang.

”Ini merupakan tahap pertama dari jumlah WNI (warga negara Indonesia) dan TKI (tenaga kerja Indonesia) bermasalah di Arab Saudi. Biaya pemulangan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Indonesia,” kata Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat di Lounge TKI Terminal II, Bandara Soekarno-Hatta, Senin.

Jumhur didampingi Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono saat menyambut kedatangan rombongan pertama WNI dan TKI. Keduanya menyaksikan penyerahan kedatangan para WNI dan TKI yang dilakukan Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Tatang Budie Utama Razak kepada Deputi Kepala Bidang Perlindungan BNP2TKI Lisna Yoeliani Poeloengan.

Secara terpisah, Senin, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar bertemu dengan beberapa pengusaha Arab Saudi di sela pemulangan massal warga negara Indonesia bermasalah di Jeddah. Pemerintah ingin menggarap penempatan TKI di bidang perhotelan, properti, dan pusat-pusat perbelanjaan.

Muhaimin berada di Jeddah untuk memantau pemulangan WNI bermasalah, yang sebagian besar merupakan TKI yang bekerja tanpa dokumen, menggunakan lima pesawat haji kosong.

”Saya bertemu dengan Abdul Razzaq D Bindawood, pemilik perusahaan BinDawood Group yang memiliki jaringan supermarket, hotel, pabrik¸ dan properti. Peluang kerja formal besar dan secara bertahap akan terus kami dorong untuk mengurangi TKI sektor informal,” tutur Muhaimin.

Arab Saudi adalah negara penempatan TKI terbesar kedua setelah Malaysia. Sedikitnya 1 juta TKI bekerja di Arab Saudi. Sebagian besar dari mereka adalah pekerja rumah tangga yang terisolasi dan rentan menjadi korban pelanggaran hak asasi.

Menurut Muhaimin, sedikitnya 4.000 lowongan kerja tersedia di sektor jasa dan properti untuk November. ”Bulan depan, harus sampai 7.000 lowongan kerja,” ujarnya. (HAM/PIN)

 

Tentang Maryudi

Saya adalah TKI , dan ingin berbuat sesuatu untuk negaraku INDONESIA
Pos ini dipublikasikan di Arab Saudi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s