Program KUR untuk TKI Belum Optimal

Solindon@KOMPAS.com — Penyaluran program kredit usaha rakyat (KUR) kepada tenaga kerja Indonesia dinilai belum optimal. Sistem perekrutan dan penempatan pekerja migran yang belum rapi menyebabkan mekanisme pembiayaan masih berisiko tinggi. Kondisi ini menyebabkan kalangan perbankan khawatir, pembiayaan TKI berujung pada kredit macet.

Demikian disampaikan Asisten Deputi Urusan Analisis Kebijakan Makro Kementerian Koordinator Perekonomian Bobby Hamzar Rafinus, Rabu (2/11/2011), di sela sosialisasi kredit usaha rakyat (KUR) kepada para calon TKI di Banyumas dan sekitarnya.

Dia memperkirakan, serapan KUR bagi calon TKI yang diluncurkan Desember 2010, hingga saat ini masih di bawah Rp 100 miliar.

Perbankan masih lebih takut menyalurkan KUR TKI dibandingkan dengan skema KUR pada umumnya. “Utamanya terkait kejelasan penagihan yang dilakukan oleh bank koresponden atau agensi TKI di negara tujuan,” katanya.

Pengalaman pihak perbankan selama ini, menurut Bobby, kesulitan mengumpulkan angsuran yang ditagihkan kepada para TKI di luar negeri. Untuk itu, saat ini sedang diupayakan kerja sama antara perbankan Indonesia dan bank di negara-negara tujuan TKI atau lembaga keuangan lain yang dibentuk agensi tenaga kerja.

Awal Oktober lalu, Komite Kebijakan KUR juga telah merevisi acuan operasional penyaluran TKI. Salah satu perbaikan mengenai mekanisme pengangsuran pinjaman, yang untuk selanjutnya bisa dibayarkan pihak keluarga TKI di daerah asal.

Selain itu, jika selama ini penyaluran KUR TKI hanya dimungkinkan oleh perbankan, kini sudah dapat dilakukan lembaga-lembaga keuangan, yang bekerja sama dengan bank seperti Bank Perkreditan Rakyat (BPR) serta koperasi. Hal ini dimaksudkan agar penyaluran KUR kian ekspansif.

Pembiayaan TKI, diakui Bobby, tak bisa terlepas dari persoalan penempatan dan perlindungan pekerja migran. Selama penempatan TKI masih amburadul, seperti pemalsuan dokumen dan tingkat kepatuhan PPTKIS (Pelaksana Penempatan TKI Swasta) masih rendah, pembiayaan menjadi hal yang riskan bagi perbankan.

Tentang Maryudi

Saya adalah TKI , dan ingin berbuat sesuatu untuk negaraku INDONESIA
Pos ini dipublikasikan di Dalam Negeri. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s