Jumhur: TKI “Cespleng” Atasi Pengangguran

Solindon@KOMPAS.com — Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat menyatakan, keberadaan TKI cespleng atau manjur untuk mengatasi pengangguran dan kemiskinan.

“Hidup TKI, terima kasih TKI,” katanya saat memberi sambutan pada sosialisasi penempatan dan perlindungan TKI melalui kesenian tradisional yang diselenggarakan oleh BNP2TKI di depan Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jumat (25/11/2011) malam.

Ia mengatakan, setiap bangsa, termasuk Indonesia, pasti memiliki masalah dan salah satu masalah yang terus mengganduli adalah pengangguran dan kemiskinan.

Dua masalah besar itu dibantu diatasi secara cespleng oleh TKI karena dengan satu orang TKI maka hilang satu penganggur, dan satu orang itu menghidupi lima anggota keluarganya sehingga lima orang teratasi dari kemiskinan.

“Saat ini ada enam juta TKI berarti enam juta orang teratasi pengangguran dan 30 juta orang teratasi dari masalah kemiskinan. Sekali lagi terima kasih TKI,” katanya.

Kepala BNP2TKI menambahkan, remitansi atau uang yang dikirim para TKI lebih dari Rp 100 triliun per tahun ke desa-desa tempat asal TKI sehingga menumbuhkan roda perekonomian di daerah dan mengembangkan usaha produktif.

“Terjadi kehidupan ekonomi dan kesejahteraan yang lebih baik,” katanya.

Ia menegaskan komitmennya untuk memartabatkan dan memuliakan TKI terlebih sudah ada UU Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI.

BNP2TKI juga telah mengupayakan pelayanan penempatan dan perlindungan TKI. BNP2TKI kini memiliki call center 08001000 secara gratis dan 24 jam nonstop untuk melayani pengaduan dan mengatasi masalah secara cepat dan mengakses keadilan serta langsung tertangani.

“Silakan menghubungi call center bila ada pengaduan atas permasalahan TKI,” katanya.

Pada kesempatan itu, Jumhur memberikan plakat penghargaan kepada dua orang TKI sukses asal Malang, yakni Anang Wijaya, yang pernah bekerja di Taiwan selama enam tahun sebagai operator mesin pabrik produksi baja, dan Tania Roos, TKI mandiri yang pernah bekerja sebagai wartawan Berita Indonesia di Hongkong selama empat tahun dan wartawan Radar Taiwan di Taiwan selama dua tahun.

Sosialisasi yang dihadiri ribuan warga itu dimeriahkan oleh penyanyi lagu-lagu campur sari dari Cak Dikin, pementasan ludruk Cak Kartolo, dan iringan musik Ki Ageng Ganjur pimpinan Cak Ganjur.

Selain Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat, acara yang diselenggarakan sekaligus memperingati hari jadi Kabupaten Malang itu, antara lain, dihadiri pula oleh anggota Komisi IX DPR Sri Rahayu dan Endang Syarwan Hamid, Bupati Malang Rendra Kresna, dan Muspida Kabupaten Malang.

Sejumlah petinggi BNP2TKI yang hadir, antara lain, Deputi Penempatan Ade Adam Noch, Penasihat Senior Marjono dan Bahrul Alam, Tenaga Profesional Kepala BNP2TKI Bidang Pengembangan Komunikasi Publik Mahmud F Rakasima, Direktur Sosialisasi dan Kelembagaan Penempatan BNP2TKI Agus Sunaryadi, dan Yunafri dari jajaran fungsional.

Tentang Maryudi

Saya adalah TKI , dan ingin berbuat sesuatu untuk negaraku INDONESIA
Pos ini dipublikasikan di Dalam Negeri. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s