Ketidaktahuan TKI Ilegal Dimanfaatkan Mafia

Solindon@KOMPAS.com  Mafia penyelundupan tenaga kerja umumnya memanfaatkan ketidaktahuan calon tenaga kerja Indonesia (TKI) mengenai prosedur bekerja di luar negeri. Ini terjadi juga pada calon TKI asal Nusa Tenggara Timur yang diamankan di Kota Pontianak, Kalimantan barat.

Ihudola (17), calon TKI asal Kabupaten Timor Tengah Selatan, mengatakan tidak tahu cara mengurus dokumen imigrasi untuk bekerja di luar negeri.

“Kami tak tahu itu. Kami berangkat saja dari kampung naik kendaraan, lalu naik pesawat dari Kupang-Surabaya-Jakarta-Pontianak menggunakan uang sendiri karena kami punya om akan urus dokumen di Pontianak,” kata Ihudola.

Om yang dimaksud Ihudola adalah WVK (30), warga Kupang yang sudah menetap di Pontianak dan bekerja beberapa tahun di Sarawak.

WVK adalah kepanjangan tangan bos pemilik kebun kelapa sawit di Sibu, negara bagian Sarawak, Malaysia, yang akan mempekerjakan para calon TKI asal Nusa Tenggara Timur itu.

WVK menyebutkan, selama di Sibu, bosnya akan memberi jaminan perlindungan walaupun mereka hanya menggunakan paspor kunjungan.

“Setiap bulan, paspor kami dibawa ke perbatasan untuk dicap. Saya dulu mendapat upah sekitar Rp 2 juta karena kerja rajin. Saya ajak orang-orang di kampung untuk bekerja di sana,” kata WVK.

Tentang Maryudi

Saya adalah TKI , dan ingin berbuat sesuatu untuk negaraku INDONESIA
Pos ini dipublikasikan di Malaysia. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s