Habibie ke Saudi untuk Lobby Menyelamatkan TKW yang akan Digantung

Solindon@KOMPAS.com – Mantan Presiden BJ Habibie dijadwalkan berangkat ke Saudi Suadi pada hari Sabtu dalam upaya untuk menyelamatkan hidup Tuti Tursilawati (27), seorang buruh migran menghadapi hukuman mati.Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Buruh Migran Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat menyambut misi Habibie ke Saudi untuk membantu Tuti. Jumhur mengatakan melalui email bahwa ia telah bertemu BJ Habibie untuk menyampaikan harapannya bahwa mantan presiden simpan Tuti.

Tuti adalah pekerja migran yang berasal dari Desa Cikeusik, Kecamatan Sukahaji, Majalengka Kabupaten, Propinsi Jawa Barat. Dia telah dikirim ke Arab Saudi oleh PT Arunda Bayu pada tanggal 5 September 2009, dan telah bekerja untuk keluarga Suud Malhaq Al Utaibi di Thaif kota.

Tuti dijatuhi hukuman mati karena pembunuhan majikannya. Menurut laporan, majikannya menyiksanya secara seksual selama waktu ia bekerja untuknya. Pada tanggal 11 Mei 2010, ia mencoba memperkosanya, tetapi ia memukulnya dengan tongkat untuk membela dirinya sendiri, dan ia meninggal sebagai hasilnya. Dia kemudian melarikan diri dengan kekayaannya senilai 31.500 real dan jam tangannya.

Dalam interogasi polisi pada 18 Mei 2010, Tuti, yang didampingi oleh seorang anggota staf Konsulat Jenderal Indonesia di Jedah, mengakui tentang pembunuhan dan pencurian. Ayahnya, Ali Warjuki alias Dudu, pergi ke kantor BNP2TKI di Jakarta pada tanggal 5 Oktober, 2011 disertai dengan aktivis dari Buruh Migran Indonesia Serikat Buruh (SBMI), untuk mendesak pemerintah untuk Tuti bebas dari pemenggalan direncanakan.

Menurut Jumhur, Habibie berangkat ke Riyadh, Arab Saudi, Sabtu (24 Desember) dan akan bertemu dengan Maftuh Basyuni, kepala Satuan Tugas Perlindungan Buruh Migran Indonesia di Riyadh. BJ Habibie akan bertemu sejumlah tokoh penting termasuk Pangeran Al Walid bin Talal Al Saud, seorang pengusaha yang sangat berpengaruh dan seorang keponakan Raja Abdullah Bin Abdul Azis Al Saud.

Pada tanggal 6 Oktober 2011, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengirim surat kepada Raja Saudi untuk meminta bantuan Raja dalam mencari pengampunan bagi Tuti dari kerabat korban. Tuti adalah orang tua tunggal dengan anak enam tahun.

Tentang Maryudi

Saya adalah TKI , dan ingin berbuat sesuatu untuk negaraku INDONESIA
Pos ini dipublikasikan di Arab Saudi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s