Pemerintah Kuwait Minta Penempatan TKI Dibuka Kembali

Solindun@KOMPAS.com – Pemerintah Kuwait meminta Indonesia membuka kembali penempatan TKI Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) ke Kuwait setelah hampir dua tahun lamanya atau pada 2010 dilakukan moratorium (penghentian sementara) penempatan TKI ke negara tersebut oleh pemerintah Indonesia.

Pihak Kuwait juga telah menyiapkan usulan berupa draft nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) terkait kerjasama penempatan dan perlindungan TKI untuk dibahas bersama sekaligus ditandatangani kedua belah pihak.

Demikian disampaikan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat, di Jakarta, Minggu (5/2). Permintaan ini, menurut Jumhur disampaikan padanya Jumat (3/2) lalu ketika menerima kunjungan Duta Besar Kuwait untuk Indonesia, Nasser Bareh Al Enezi.

Dalam kesempatan itu Dubes Kuwait menyampaikan draft MoU sebagai bahan kesepakatan bagi pemerintah Indonesia. Turut mendampingi Kepala BNP2TKI di antaranya Deputi Bidang Perlindungan BNP2TKI, Lisna Yoeliani Poeloengan dan Deputi Bidang Kerjasama Luar Negeri dan Promosi BNP2TKI, Endang Sulistyaningsih. Menurut Jumhur, draft MoU penempatan TKI PLRT dari Kuwait itu memuat ihwal gaji minimum TKI, pembayaran gaji melalui bank, TKI boleh memiliki telepon selular, dan libur sehari dalam sepekan.

Sedangkan mengenai gaji TKI PLRT di Kuwait, pada pertengahan 2007, BNP2TKI telah menaikkan standar gaji TKI PLRT dari 150 USD menjadi 220 USD atau sekitar 25 persen dari yang berlaku saat itu.

“Tentu saja, kami akan mempelajari secara lebih dalam draft MoU yang disampaikan Dubes Kuwait dan selanjutnya membicarakan dengan instansi lain yang terkait,” katanya. Jumhur memberi apresiasi terhadap beberapa kemajuan usulan mengenai perlindungan TKI PLRT dalam draft MoU itu.

Namun dikatakan, pemerintah Indonesia memang belum membuka kembali program penempatan TKI, karena belum ada jaminan dari pemerintah dan agen tenaga kerja asing di sana untuk melindungi TKI sektor domestik (PLRT) secara maksimal.

“Karena alasan itulah hingga kini pemerintah Indonesia masih menunda (moratorium) pembukaan penempatan TKI informal ke Kuwait, sebelum ada upaya pemerintah dan agen penempatan tenaga kerja asing negara itu untuk membicarakan masalah perlindungan TKI secara serius dengan Indonesia,” jelasnya.

Tentang Maryudi

Saya adalah TKI , dan ingin berbuat sesuatu untuk negaraku INDONESIA
Pos ini dipublikasikan di Timur Tengah. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s