Eks TKI Depresi, PJTKI Harus Tanggung Jawab

Solindon@VIVAnews – Kondisi para mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) usai bekerja di luar negeri cukup memprihatinkan. Tak jarang dari mereka banyak yang mengalami depresi dan gangguan jiwa akibat kekerasan yang pernah dialaminya. Bahkan ada yang dipasung keluarga.

“Kita terus upayakan hak-hak mereka dan pendampingan bagi para mantan TKI yang bermasalah terutama yang depresi,” kata Wakil Bupati Sukabumi, Akhmad Djajuli kepada VIVAnews.com, Jumat malam 17 Februari 2012.

Sukabumi memang dikenal menjadi salah satu daerah yang warganya banyak menjadi TKI. Tentunya, pemandangan mantan TKI yang depresi sering kali banyak dijumpai di daerah itu.

Menurut Akhmad, pihaknya telah membentuk tim kerja diantaranya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan. Tim itu, kata dia, akan bertugas memberikan bantuan layanan layanan psikolgis dan medis bagi para mantan TKI yang depresi. “Dari tim ini dibentuk juga pos-pos pengaduan TKI di 47 kecamatan,” kata dia.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi juga melakukan menyelidikan dan mengusut PJTI yang memberangkatkan para TKI hingga akhirnya pulang dalam keadaan depresi. “Kami meminta pertanggungjawabannya. Mereka berangkat sehat kenapa pulang depresi, ini harus di cari akar masalahnya,“ ujarnya.

Berdasarkan pendataan, tercatat 200 lebih PJTKI yang beroperasi di wilayah Sukabumi. Pemda sendiri telah mengeluarkan teguran pada lebih dari 50 PJTI yang dianggap bermasalah. “Mencabut izin operasi PJTKI yang bermasalah adalah kewenangan BNP2TKI, kalau Pemda hanya bisa memberikan teguran saja,” kata Akhmad.

Pemda Kabupaten Sukabumi juga telah memberikan bantuan kepada mantan TKI yang depresi, berupa layanan kesehatan berupa akses Jaminan kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Dengan menggunakan kedua akses itu, keluarga para TKI bisa membawa dan merawat para anggota keluarga yang depresi dengan gratis. “Hingga saat ini tidak kurang dari 50 mantan TKI yang depresi telah mendapatkan layanan ini,” ungkapnya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi, Nashiuddin menambahkan, selama ini masih banyak laporan mengenai mantan TKI yang depresi. “Kami menerima banyak laporan bahwa mereka mengalami tekanan baik secara fisik maupun mental saat mereka bekerja di luar negara,” katanya.

Untuk itu, kata dia, Dinas Sosial terus melakukan berbagai program untuk para mantan TKI bermasalah ini setiap tahunnya. “Saya akan mencoba mengkondisikan para mantan TKI yang bermasalah saat ini dalam sebuah wadah. Dengan penyatuan mereka, lebih mudah untuk memberikan support dan rehabilitasi jiwa,” ujar Nashiuddin. (umi)

Tentang Maryudi

Saya adalah TKI , dan ingin berbuat sesuatu untuk negaraku INDONESIA
Pos ini dipublikasikan di Dalam Negeri. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s